Tim & Relawan
Orang-orang di balik gerakan SOPAN — relawan, staf, dan pembina.
Antonius Taku Resi
Relawan
Benjamin Ludji Riwu
Relawan
Diana Debi Timoria
Relawan
Abner Liwar
Relawan
Ayub Domu
Relawan
Esty Rambu Peda Jati
Relawan
Esty Wungo
Relawan
Jole Leha
Relawan
Rambu Dai Mami
Relawan
Dessy Riwu
Relawan
Mayun M. Nggaba
Relawan
Dhani
Relawan
Erlin Mali
Relawan
Fanny Taralandu
-
Oki Rambu Padu
Relawan
Alwyn Wawin
Relawan
Maria Anajua
Relawan
Semy Hunga
Relawan
Weji Kaleka
Relawan
Doel Haris
Relawan
Paulus Kamulung
Relawan
Opy Deak
Relawan
Tony Awang
Relawan
Yublina Pandarangga
Relawan
Selin Sedo
Relawan
Yustin Liarian
-
Riska Thompzon
Relawan
Mariana
Relawan
Caty Hari Sabakodi
Relawan
Arnold Sailang
Relawan
Tasya Rambu
Relawan
Ance
Relawan
Jo
Relawan
Rambu Luba Kata Respati Nugrohowardhani
Pendiri
Siti Suryani
Pendiri
Stepanus Ngunju Amah
Pendiri
Junita Wenda Radjah
Pembina
Yublina Pandarangga
Pengawas
Yustina Dama Dia
Direktur
Yustina Dama Dia, atau yang akrab disapa Yustin, adalah perempuan kelahiran Sumba Tengah, 27 Juli 1988. Ia merupakan Direktur Solidaritas Perempuan dan Anak (SOPAN) Sumba sejak 2021 hingga saat ini, sebuah lembaga lokal yang berfokus pada isu perempuan, anak, orang dengan disabilitas, serta kelompok marginal lainnya seperti Marapu. Yustin menyelesaikan studinya di Universitas Nusa Cendana Kupang pada tahun 2014. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia bergabung sebagai relawan SOPAN Sumba dan aktif dalam berbagai organisasi, antara lain Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Forum Perempuan Rahimku, Forum Lintas Aktor, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), serta program ACCESS–AusAID PASE II. Atas kontribusinya dalam gerakan sosial dan perdamaian, Yustin menerima MDGs Award pada tahun 2014. Dalam perjalanan profesionalnya, Yustin mengawali karier sebagai guru Pendidikan Fisika di SMP Kristen Waibakul selama tiga tahun. Ia kemudian aktif sebagai relawan SOPAN Sumba, terlibat dalam berbagai penelitian dan menjadi fasilitator dalam kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan isu GEDSI. Ia juga pernah menjadi Koordinator Wilayah dalam program SIAP SIAGA Desa Wisata Tangguh Bencana, Inklusi, dan Adaptif di Kabupaten Sumba Timur serta koordinator dalam program pencegahan stunting di Sumba Timur. Selain itu, Yustin memiliki pengalaman sebagai konsultan dan peneliti dalam berbagai penelitian mengenai pertanian, peternakan, perubahan iklim, kesetaraan gender, kekerasan berbasis gender, pernikahan anak, kawin tangkap, GEDSI, serta pengembangan usaha perempuan penenun berbasis komunitas. Dalam lima tahun terakhir, Yustin juga aktif sebagai fasilitator dan narasumber dalam berbagai kegiatan, antara lain terkait Business Development Plan, GEDSI, anti-perundungan di sekolah, bisnis berbasis digital, serta program GO Digital. Ia juga menjadi narasumber terkait kawin tangkap di Komnas Perempuan dan Chiang Mai pada tahun 2024. Dalam pengalaman organisasinya, Yustin tercatat sebagai anggota Koalisi Perempuan Indonesia, PMKRI, Forum Perempuan Rahimku, serta Sekolah Pemikiran Perempuan, dan pernah menjadi Ketua SOPAN Sumba serta ketua volunteer di Sumba Barat Daya.
Sovia Hebi
Relawan
Olvina Rambu Hida
Relawan

Sarimita Andani Ataambu
Relawan_Bidang Pendidikan dan Pengorganisasian
Sarimita Andani Ataambu, S.Pd, biasa di sapa Andani, lulusan dari Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, dengan latar belakang pendidikan guru matematika. Saya adalah seorang pendidik dan relawan Solidaritas Perempuan dan Anak (SOPAN) Sumba. Dalam berbagai pengalaman bersama SOPAN Sumba, Andani terlibat dalam isu pendidikan kesetaraan, pemberdayaan perempuan, perlindungan kelompok rentan, penguatan kapasitas guru dan masyarakat khusus metode Montessori. Bagi sayha perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari keberanian untuk mendengar, belajar bersama dan bergerak bersama masyarakat. Selain itu Andani aktif di komunitas Forum Aktivis Perempuan Muda (FAMM) Indonesia. Dalam kegiatan FAMM Andani terlibat dalam kegiatan penguatan kapasitas perempuan muda, membangun ruang aman, serta mendorong kesadaran kritis mengenai gender, kekerasan dan ketidakadilan sosial. Andani mengikuti berbagai proses pembelajaran dan pengorganisasian yang membahas gerakan perempuan, gender dan seksualitas, interseksionalitas, analisis kekuasaan, kepemimpinan feminis, serta pengorganisasian komunitas. Proses tersebut menjadi ruang bagi Andani untuk memperkuat perspektif dan keterampilan dalam mendampingi komunitas, khususnya perempuan dan kelompok yang mengalami ketidakadilan. Andani juga terlibat dalam kegiatan FPAR (Feminist Participatory Action Research) yang mengangkat isu kekerasan seksual bersama anak muda OMK Asumpta Kupang. Melalui SOPAN Sumba dan FAMM Indonesia, Andani terus belajar untuk menghadirkan kerja-kerja yang berpihak pada perempuan, membangun ruang aman dan mendorong masyarakat yang lebih adil, setara dan bebas dari kekerasan.
Markus Kamping
Relawan_Bidang Pendidikan
Abner H R Liwar
Relawan_Bidang Advokasi
dr. Handayani Ndjonga Praing
Relawan_Bidang Kesehatan

Agustina Tinggi Nalu
Relawan
Lahir tahun 1977 di Lewa. Saat ini bekerja sebagai staf lapangan untuk program Pencegahan Stunting di Desa Kuta dan Napu periode 2024-2027

Yosephina Elizabeth Sumartini Gunawan, S.Kep.Ns., M.Kep
Relawan
Yosephina Elizabeth Sumartini Gunawan, S.Kep., Ns., M.Kep., adalah dosen Poltekkes Kemenkes Kupang pada Program Studi DIII Keperawatan Waingapu. Beliau berlatar belakang pendidikan keperawatan dari Universitas Gadjah Mada dan Magister Keperawatan Universitas Airlangga, dengan aktivitas yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kesehatan paru dan kesehatan komunitas. Di luar aktivitas akademik, Yosephina juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai pemerhati dan relawan SOPAN (Solidaritas Perempuan dan Anak) Sumba, yang berfokus pada pemberdayaan, perlindungan perempuan dan anak, serta isu kelompok rentan. Keterlibatannya antara lain mendukung kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat di Sumba melalui pendekatan kesehatan dan penguatan kapasitas komunitas.

Adi Papa Wangu wali, SE.
Relawan
Adi Papa Wangu Wali adalah seorang pemuda asal desa yang aktif bergabung sebagai relawan SOPAN sejak tahun 2023. Ia merupakan lulusan Sarjana Manajemen dari Universitas Kristen Wira Wacana (UNKRISWINA) Sumba (angkatan 2016–2023). Saat ini, ia berdomisili di Jalan Melolo Rindi, RT 009 / RW 005, Desa Rindi, Kecamatan Rindi, Kabupaten Sumba Timur. Ia memiliki keterampilan dalam mengoperasikan komputer, khususnya program Microsoft Office (Word, Excel, Power Point), serta mahir merancang desain flayer menggunakan aplikasi Canva. Di bidang organisasi, Adi memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat, antara lain: • Sekretaris Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sumba Timur periode 2021–2023. • Sekretaris Senat Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Humaniora (FEBH) UNKRISWINA Sumba periode 2017–2018. Selama aktif berorganisasi, ia dikenal vokal dalam kegiatan sosial serta terampil membangun kerja sama dengan sesama organisasi mahasiswa maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sumba Timur. Atas dedikasinya, ia juga sempat dipercaya menjadi Staf Lapangan dalam Program Montessori Menuju Kemandirian Siswa.

Martha Hebi
Pendiri
Martha Hebi, kelahiran Waingapu, Sumba Timur ini adalah lulusan Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Yogyakarta (saat ini Institute Teknologi Yogyakarta). Ia memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial. Tahun 2002, ia mulai berkarya di Yayasan ATMA Solo, dengan mendampingi kelompok masyarakat di Surakarta dan sekitarnya kemudian pindah ke Sumba untuk mengembangkan pola advokasi bersama masyarakat. Ia juga memperkuat komunitas anak dan orang muda melalui kegiatan mendongeng dan diskusi-diskusi ringan. Sejak tahun 2005 – 2014, ia bergabung dengan Program ACCESS (Australian Community Development and Civil Society Strenghtening Scheme) yang memiliki fokus pada penguatan warga dan organisasi warga terutama bagi perempuan, orang miskin dan kelompok marginal lainnya. Empat kabupaten di Pulau Sumba merupakan bagian dari wilayah kerja ACCESS. Dalam kurun waktu ini, ia aktif berinteraksi dengan warga terutama perempuan desa, anak dan orang muda. Di sini, ia mulai mengidentifikasi isu-isu penting terkait perempuan, anak dan orang muda. Pada tahun 2014 hingga 2018 ia berkarya di Program PRISMA (Promoting Rural Income through Support to Markets in Agriculture) sebagai Business Consultant di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Di PRISMA, dia berinteraksi dengan petani dan sektor swasta. Ia juga mengidentifikasi isu-isu perempuan dan pertanian. Perjalanan perjumpaan dengan perempuan biasa dari desa ke desa telah didokumentasikannya dalam buku “Perempuan (Tidak) Biasa di Sumba Era 1965-1998” yang didukung oleh Cipta Media Ekspresi, Ford Foundation dan Wikimedia. Kecintaannya pada seni dan sastra, mendorongnya untuk menyuarakan isu-isu sosial lewat puisi, cerpen, monolog dan beberapa kegiatan seni lainnya. Sejak tahun 2010, bersama Komunitas Hambila, aktif mengkampanyekan kegelisahan sosial melalui kegiatan-kegiatan seni dan sastra. Saat ini, dia aktif di Solidaritas Perempuan dan Anak (SOPAN) Sumba, sebagai pendiri sekaligus relawan sejak tahun 2006.

Margaretha R. Sedu Dairu, S.Pd
Relawan
Margaretha R. Sedu Dairu, S.Pd adalah seorang lulusan Sarjana Pendidikan Biologi dari UNKRISWINA SUMBA (2016-2023) yang berdomisili di Jalan Gemak, Laikoga, Sumba Tengah. Ia memiliki kompetensi di bidang komputer (MS Word, Excel, PowerPoint), desain grafis dasar, serta internet dan pengelolaan situs. Margaretha aktif membangun pengalaman kerja dan organisasi, di antaranya pernah mengikuti PLP2 di SMP Muhammadiyah Waingapu, menjadi staf di LSM SOPAN Sumba, serta dipercaya memegang posisi strategis di GMKI Cabang Waingapu seperti Bendahara Cabang (2020-2022) dan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) (2022-2024). Selain itu, ia juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi dengan aktif mengikuti berbagai pelatihan kemasyarakatan serta menjadi relawan bencana banjir dan relawan COVID-19 di Sumba.

Roswita Rambu Lodang
Relawan_ Bidang Pendidikan dan seni Budaya
Roswita Rambu Lodang, lahir di Anakalang, 2 Juni. Saat ini, ia bekerja sebagai Guru Bahasa Indonesia di Umbu Ratu Nggay Barat Di SOPAN, ia adalah Relawan bidang Seni dan Budaya

Sherly Aprilia
Relawan
Sherly Aprilia, atau Lily, lebih suka melabeli dirinya sebagai full-time life observer. Setelah lulus dari Hubungan Internasional, Universitas Brawijaya (2022), ketertarikannya pada isu perempuan, gender, dan masyarakat adat semakin berkembang. Ketertarikan tersebut tercermin dalam tulisan akademiknya, salah satunya berjudul "Protecting Indigenous Women: Feminist Legal Critique on the Enforcement of CEDAW in Kawin Tangkap Cases in Central Sumba," yang mengkaji perlindungan perempuan adat melalui perspektif hukum feminis. Ia juga aktif mengembangkan praktik fotografi dokumenter dengan fokus pada isu perempuan dan kehidupan sosial. Beberapa karyanya antara lain "The Twelfth Player", "Women of Sumba", dan "Perempuan di Balik Jaket Hijau". Ia turut berpartisipasi dalam berbagai workshop dan pameran fotografi, termasuk "Nyeser Paseser" dan "Suradaya Photo Project".

Mischandida Jeofenaslim Salju
Relawan
Mischandida Jeofenaslim Salju adalah seorang perempuan kelahiran Ruteng pada 19 Agustus 2002 silam sebagai penganut Katolik. Saat ini, ia menetap di Manukaka, Desa Wairasa, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Ia telah menyelesaikan pendidikan tinggi dan menyandang gelar S1 Manajemen. Saat ini ia mendedikasikan diri dan aktif bekerja sebagai seorang relawan.

Jeni Rambu Kaita Riwa
Relawan
Jeni Rambu Kaita Riwa adalah seorang perempuan kelahiran Praikawilu pada tanggal 01 Januari 2000. Saat ini, ia berdomisili di Praikawilu, Desa Dewa Jara, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Dalam hal latar belakang pendidikan, Jeni telah menyelesaikan studi dan menyandang gelar S1 Kesehatan Masyarakat. Dengan bekal ilmu yang dimilikinya, saat ini ia mendedikasikan diri dan aktif bekerja sebagai seorang Relawan.

Elisabet Kadi Malo
Relawan
Elisabet Kadi Malo merupakan seorang aktivis organisasi yang saat ini aktif mengabdi sebagai pengurus pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Dalam kiprah organisasinya, ia menaruh perhatian besar terhadap kemajuan daerah berorientasi lokal. Fokus utamanya didedikasikan pada pengembangan sektor pariwisata serta program-program pemberdayaan desa guna mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
